Halaman

Selasa, 13 November 2012

Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Harga Pasar

Ø Harga Pasar
- Jumlah yang mau dibeli di tunjukkan dengan Q d
- Jumlah yang mau dijual di tunjukkan dengan Q s
- Berbagai kemungkinan harga di tunjukkan dengan P
· Pengertian Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi jual beli barang.
· Pengertian Pasar dalam ilmu ekonomi lebih luas lagi yaitu Pasar mencakup keseluruhan permintaan dan penawaran, seluruh kontak antara penjual dan pembeli untuk mempertukarkan barang dan jasa. Setiap barang yang diperjual belikan ada pasarnya. Contoh : ada pasar ikan, tetapi juga ada pasar rokok kretek, pasar tekstil, pasar modal dan pasar tenaga kerja.
· Fungsi Pasar adalah : sebagai mata rantai yang mempertemukan penjual yang mempunyai barang dan menginginkan uang, dengan pembeli yang mempunyai uang dan menginginkan barang. Penjual dan pembeli tidak bertemu muka , tetapi dapat juga melalui surat atau telepon.
Ø Pasar Sempurna adalah apabila semua pihak di pasar tersebut mengetahui seluruh keadaan pasar yaitu : harga-harga yang berlaku, jumlah-jumlah yang ditawarkan.
Ø Pasar Persaingan Sempurna terjadi apabila jumlah pembeli lebih banyak dan jumlah penjual juga lebih banyak, yang semuanya menawarkan barang yang sifatnya sama atau homogen. Misalnya barang jenis tertentu contoh ikan lele, karena jumlah penjual banyak dimana masing-masing menawarkan sebagian kecil saja dari suplai total, maka tidak ada penjual atau pembeli yang seorang diri mempengaruhi harga, bila jumlah penjual dan pembeli yang bertemu di pasar banyak dan terdapat koordinasi yang baik diantara mereka, untuk satu macam barang akan terjadi satu harga. Yaitu harga pasar.
Ø Harga Keseimbangan
Untuk mengerti bagaimana permintaan dan penawaran bersama-sama menentukan harga pasar, sebagai contoh kita pelajari terbentuknya harga gula kelapa. Dalam masyarakat kita gula kelapa banyak pembelinya dan juga banyak produsen/penjualnya (= bentuk pasar persaingan).
Dalam tabel di bawah mi dikumpulkan hasil pengamatan pasar, yaitu berapa kg gula kelapa yang mau dibel i (Q1) dan berapa kg yang mau dij ual (Q) pada berbagai harga (di daerah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu, misalnya satu minggu atau satu bulan).
Tabel
Permintaan dan Penawaran Bawang Putih
11
Angka-angka dan tabel dapat juga digambarkan dalam bentuk sebuah diagram. Karena mengenai barang yang sama, makajumlah yang mau dibeli (D) dan jumlah yang mau dijual (•) dapat digambarkan dalam satu diagram.
Dan gambar segera tampak bahwa
pada harga pasar tinggi, para penjual mau menjual banyak, tetapi para pembeli hanya mau membeli sedikit;
pada harga rendah, para pembeli ingin membeli banyak, tetapi para penjual hanya mau menjual sedikit.
Maka berapakah harga gula kelapa yang akhirnya akan terjadi? Atau dengan kata lain: dan berbagai kemungkinan harga yang tercantum dalam daftar di atas, harga yang manakah yang akan berlaku di pasaran?
Jawabannya ialah: dalam “interaksi” dan tawar menawar antara para pembeli (yang membutuhkan barang dan bersedia membayar uang untuk memperolehnya, diringkas Demand) dan para penjual (yang telah mengeluarkan biaya untuk menghasilkan barang dan mau menjualnya dengan harga tertentu, ringkasnya Supply) akhirnya akan terbentuk satu harga tertentu, yaitu harga dimanajumlah yang mau dibeli (Qd) sama dengan jumlah yang mau dijual (Q). Harga inilah yang disebut harga pasar atau harga keseimbangan (Equilibrium price). Hal ini dengan mudah dapat dilihat dalam gambar dibawah ini.
12
Keterangan Gambar .
Konfrontasi antara permintaan dan penawaran Bawang Putih
Penjelasan :
a. Pada Posisi Harga Rp 1000,-/kg
Apakah harga Rp 1000,-/kg dapat terjadi? Dapat! Sebab memang ada beherapa icmbeli yang bersedia membayar harga setinggi itu. Apakah harga Rp l000.-!kg akan inenjadi harga pasar yang umum berlaku? Tidak! Mengapa tidak? Karena pada harga kp l000,-/kg para penjual mau menjual 11.000 kg. Tetapi pada harga itu para pembeli Iianya mau membeli 5.000 kg!minggu. Jadi ada kelebihan (= surplus) sebanyak 6000 kg yang tak terjual. Supaya barangnya laku (supaya tak perlu disimpan lama, atau (lihawa pulang, supaya uangnya segera kembali, dli.) tentu akan ada penjual yang bersedia menurunkan harga dan menjual barangnya dengan harga yang Iebih rendah. Oleh karena itu harga Rp 1 000,-/kg tidak akan menjadi harga yang berlaku umum di pasaran.
Situasi seperti ini dengan istilah teknis disebut ‘buyers market’ (pasar dikuasai oleh para pembeli). Para pembeli yang merupakan pihak yang kuat, para penjual berada di pihak yang lemah; mereka mencani-cari pembeli dan untuk itu bersedia menurunkan harga — hal mana inenguntungkan bagi pembeli.
b. Pada posisi harga jual Rp 400,- per kg
Sekarang kita teliti harga Rp 400,-/kg. Apakah harga mi bisa menjadi harga pasar Yang berlaku umum? Tidak! Sebab pada harga itu pmbeli mau membeli sebanyak I .000 kg gula per minggu (Qd = 11.000). Tetapi para penjual hanya menyediakan ft 000 kg saja (Qs = 6.000). Jadi ada kekurangan supply (= shortage) sehanyak 5.000 kg/minggu. Dalam situasi mi jelas ada konsumen yang tidak mcndapatkan gula sehanyak yang diinginkan. Maka tentu akan ada pembeli yang berani/ bersedia membayar Iiaiga Icbih tinggi. Oleh karena itu harga Rp 400,-/kg tidak bisa menjadi harga pasar yang berlaku umum. dan kalaupun terjadi jual-beli dengan harga itu, pasti tidak bisa tahan lama.
Siluasi pasar ini disehut ‘sellers market’: para penjuallah yang menguasai pasara, sedang para pemheli di pihak yang lemah. Untuk mendapatkan barang, para pembeli bersedia menaikan harga belinya, yang akan menguntungkan para penjual.
Harga Rp 600,- per kg
Pada harga Rp 600,-/kg — dan hanya pada harga ini —jumlah yang mau dibeli (Qd = 8.000 kg/minggu) danjumlah yang rnau dijual (Qs = 8.000 kg/minggu) tepat sama, tidak ada kekurangan dan tak ada kelebihan. Jadi pada harga mi semua pihak mendapat apa yang diinginkan, dan tidak ada alasan untuk menaikkan/menurunkan harga lagi (ceteris parihus). Maka harga Rp 600,- mi disebut harga keseimbangan (Equilibrium price). yaitu harga yang menyeirnbangkan Permintaan dan Penawaran, atau P dimana Qd=Qs.
Kurve Permintaan dan Penawaran
Hal yang sarna dapat juga dianalisis dengan mempergunakan kurve. Untuk itu Gambar 1-8 di atas tadi dilukiskan kembali dalam bentuk kurve permintaan dan penawaran. Lihat gambar 1-9, di mana kurve D dan kurve S dilukiskan pada diagram yang sama. Jumlah (baik Qd maupun Qs) diukur pada sumbu horisontal (sumbu X), sedang harga per satuan diukur pada sumbu tegak (sumbu Y). Perpotongan kedua kurve tsb. menunjukkan harga keseimbangan: pada harga Rp 600,-/kg, maka Qd = Qs = 8.000 kg/minggu.
13
Keterangan Gambar Harga keseimbangan.
Kurve Permintaan (D) turun ke kanan-bawah. Kurve Penawaran (S) naik ke kanan-atas. Perpotongan kurve D dun kurve S inenunjukkan harga keseimbangan, yaitu P Rp 600/kg. Pada harga itun jumlah yang diperjualbelikan Q = 8.000 kg/minggu.
Pada harga lebih tinggi, daripada harga keseimbangan tsb., ada surplus hurang yang tak lequal; supaya harangnya laku, para penjual terdorong untuk inenurunkan harga jual sa. Sehaliknya jada harga lebih rendah daripada Rji 600/kg, adanya kekurangan bawang putih akan mendorong pembeli menawar harga yang Iebth tinggi.
Dan grafik segera tampak bahwa pada semua harga yang lebih tinggi daripada liarga keseimbangan (pada P>600), maka > q berarti ada surplus. Surplus mi akan mendorong para penjual untuk menurunkan harga jualnya. Pada harga yang lebih rendah itu, para penjual akan mengurangi jumlah yang ditawarkan (= hiikum penawaran). .lika harga diturunkan, para pembeli akan bersedia membeli lehih banyak atau Qd hertambah (hukum permintaan). Proses mi berjalan terus sampai surplus tsb. hilang. .ladi misalnya apakah harga Rp 800/kg bisa terjadi? Bisa! Apakah harga Rp 800 akan dapat tahan larna? Tidak! Sehab pada harga Rp 800/kg itu Q > Q. berarti masih tetap ada surplus/kelebihan supply.
Demikian pula pada seniua harga lebih rendah daripada harga kesei mbangan (pada P <600), maka Q1> Q ,jadi ada kekurangan supply (Shortage). Kekurangan tsb. akan inendorong para pembeli untuk menawar dengan harga lebih tinggi, agar rnendapatkan gula sebanyak dibutuhkan. Jika harga dinaikkan, maka Qs akan bertambah dan Qd akan herkurang. sampai tercapai keseimbangan. Jadi misalnya harga Rp 400/kg, apakah akan bisa tahan lama? Tidak! Sebab pada harga itu Q < Q. Ceklah sendiri untuk harga Rp 1000 dan Rp 200.
Satu-satunya harga yang dapattahan lama ialah harga dirnana Q1 = Q. Hanya pada harga itu tak ada kecenderungan menaikkan/menurunkan harga atau untuk menambah/ incngurangi jumlah. Maka harga Rp 600 adalah harga keseimbangan (Equilibrium price).
Secara matematika
Hal yang sama dapat juga dirumuskan dalarn bahasa matematika. Kenyataannya kurve D dan kurve S biasanya berbentuk garis melengkung (hiperholalparabola). [elapi untuk menyederhanakan, dapat didekati dengan garis-garis lurus di daerah Nlrategisnya. Misalnya kurve D dan gambar harga keseimbangan diatas dapat didekati dengan garis lurus P = 1400 — 0,075 Q atau P = 1200 0,1 Qd Sedang kurve S dapat didekati dengan paris P = —200 + 0,1 Q.
Contoh:
Pemintaan dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi (persamaan) yang menunjukkin liuhungan antara harga barang (P) dan jumlah yang mau dibeli (Q1). Rumus urnum iiiitiik fungsi permmntaan yang berbentuk garis lurus adalah: P = a mQ. Misalnya P = 80 0,5 Q.
Ieiiawaran pun dapat dinyatakan sebagai fungsi (persamaan) yang menunjukkan hubungan antara harga barang (P) dan jumlah yang mau dijual (Q). Rumus umum untuk fungsi penawaran yang berbentuk garis lurus adalah: P = a + mQ. Misalnya: P = 20 + 0,5 Q.
Ditanyakan: Berapakah harga keseimbangan. Hitunglah dan lukiskan kurvenya.
14
Perpotongan kurve P dan kurve S menunjukkan harga keseimbangan, dimana Qd = Qv.
Perhatikan bahwa hasil perhitungan dan titik potong dalam grafik harus cocok.
Proses penyesuaian
Harga keseimbangan merupakan “persesuaian” antara keinginan pembeli dan keinginan penjual, sehingga masing-masing pihak mendapat apa yang diinginkan, tanpa adanya kekurangan/kejebihan Harga keseimbangan tidak selalu tercapai. mi ternyata dan adanya persediaan barang-barang yang bertumpuk di gudang karena tak laku terjual, atau dan kekurangan barang yang sering terjadi. Untuk menyamakan permintaan dan penawaran diperlukan suatu proses penyesuaian, yang biasanya memerlukan waktu (mungkin waktu yang cukup lama). Bila proses mi digambarkan dalam kurve, akan kelihatan seperti sarang labah-lahah. Sebagai contoh lihatlah gambar dibawah ini.
15
Keterangan Gambar Proses Penyesuaian.
Pada P = 400, jumlah Qv = 50. Tetapi pada harga ini Qd hanya 10. jumlah Qs = 50 hanya akan mau dibeli konsumen dengan harga P = 100. Pada P = 100, Qd memang 50. tempat Qs hanya 15. jadi ada kekurangan, dan harga akan naik. Untuk memperoleh jumlah sebanyak Q = 15 para pembeli bersedia membayar P = 330. Pada P = 330, Q.s = 45. Tetapi Qs ,sebesar 45 hanya akan dapat laku pada harga P = 130. Demikian seterusnya sampai akhirnya tercapai P = 200 dan Qd Q,s = 30.
Contoh lain untuk mengetahui bagaimana permintaan dan penawaran bersama-sama menentukan harga pasar, dapat dilihat sebagai berikut :
16
pada harga pasar tinggi, para penjual mau menjual banyak, tetapi para pembeli hanya mau membeli sedikit.
- pada harga rendah, para pembeli ingin membeli banyak, tetapi para penjual hanya mau menjual sedikit.
Pertanyaan :
1. Berapa harga Semangka Tanpa Biji yang akhirnya akan terjadi ?
2. dari kemungkinan harga yang tercantum dalam table diatas, harga manakah yang akan berlaku di pasaran ?
Jawaban :
Setelah terjadi interaksi antara pembeli dan penjual, akhirnya akan terbentuk satu harga tertentu, yaitu harga dimana jumlah yang mau dibeli Qd sama dengan jumlah yang mau dijual Qs. Harga inilah yang disebut dengan harga pasar atau harga Keseimbangan.
Ø Pemahaman Tabel harga pasar semangka .
A. Untuk harga Rp. 2000/kg :
1. Apakah Harga Rp. 2000/kg dapat terjadi ? dapat ! sebab memang ada beberapa pembeli yang bersedian membayar harga setinggi itu.
2. Apakah Harga Rp. 2000/kg dapat menjadi harga yang umum berlaku ? Tidak dapat ! karena pada harga Rp. 2000/kg para penjual hanya mau menjual 13.000 kg. tetapi pada harga itu pembeli hanya mau membeli 6000 kg/minggu. Jadi ada kelebihan sebanyak 7000 kg yang tak terjual.
3. Supaya barangnya laku , maka akan ada penjual yang menurunkan harga dan menjual barangnya dengan harga yang lebih rendah dari yang lain. Sehingga harga Rp. 2000/kg tidak akan berlaku menjadi harga umum dipasaran.
( pada situasi seperti ini dengan istilah Tehnis “ Buyer Market “ pasar dikuasai oleh para pembeli. Pembeli dipihak yang kuat, penjual dipihak yang lemah. Situasi ini menguntungkan pembeli.
B. Untuk harga Rp. 2000/kg :
1. Apakah Harga Rp. 400/kg dapat menjadi harga yang umum berlaku ? Tidak dapat ! karena pada harga Rp. 400/kg para pembeli hanya mau membeli sebanyak 11.000 kg per minggu (Qd = 11.000). tetapi para penjual hanya menyediakan 6000 kg/minggu (Qs = 6.000). Jadi ada kekurangan persediaan (supply) ssebanyak 5000 kg/minggu.
2. Dalam situsi ini jelas ada konsumen yang tidak mendapatkan semangka tanpa biji sebanyak yang diinginkan. Maka tentu ada pembeli yang berani membeli dengan harga yang lebih tinggi.
3. Oleh karena itu Harga Rp. 400/kg tidak dapat menjadi harga yang umum berlaku. Dan apabila terjadi tidak akan bertahan lama.
( pada situasi ini disebut dengan “ Seller Market “ para penjuallah yang menguasai pasar, sedang pembeli pada pihak yang lemah. Karena untuk mendapatkan barang, para pembeli bersedia menaikan harga belinya.
C. Untuk Harga Rp. 1.200/kg.
1. pada harga Rp. 1.200/kg. dan hanya pada harga ini jumlah yang dibeli Qd = 8000/kg dan jumlah yang dijual Qs=8000/kg tepat sama. Tidak ada kekurangan dan tidak ada kelebihan.
2. Jadi pada harga ini semua pihak mendapat apa yang diinginkan, dan tidak ada alasan untuk menaikkan/menurunkan harga lagi. (cateris paribus)
3. Maka harga Rp. 1.200/kg. ini disebut Harga Keseimbangan (equilibrium price), yaitu harga yang menyeimbangkan permintaan dan penawaran, atau P dimana Qd = Qs.
 
Jadi harga keseimbangan tidak tercapai sekaligus. Biasanya terjadi kegoncangan harga di sekitar titik keseimbangan. Umumnya para produsen memerlukan waktu untuk nienyesuaikan supplynya dengan kebutuhan masyarakat. Walaupun sudah tercapai keseimbangan pada saat tertentu, tetapi situasi keseimbangan tsb. sewaktu-waktu bisa berubah lagi. Lebih-lebih harga hasil-hasil pertanian tidak begitu stabil. Jika harga suatu barang tidak stabil, maka penjelasannya baru kita cari dalam perubahan situasi, entah dan segi Supply, atau dan segi Demand, atau mungkin dan kedua-duanya sekaligus.
Perlu diingat :
1. Rumus Umum Fungsi Permintaan adalah :
P = a – mQ
Misalnya : P = 80 – 0,5 Q
2. Rumus Umum Fungsi Penawaran adalah :
P = a + mQ
Misalnya : P = 20 + 0,5 Q
3. Rumus Umum Harga Keseimbangan adalah :
Qs = Qd
            20 + 0,5 Q = 80 – 0,5 Q
READ MORE - Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Harga Pasar

Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Perubahan Dalam Permintaan

1.2. PERUBAHAN DALAM PERMINTAAN
Inti dan pengertian permintaan yang dibicarakan sarnpai sekarang adalah hubungan antara HARGA suatu barang/jasa dan JUMLAH YANG DIMINTA j ika P naik, Qd herkurang; sebaliknyajika P turun, Q1 akan bertambah: Q, herubuh sebagaiAKlBATa’ari perubahan P. Dalam kurve permintaan hubungan tsb. kelihatan dan arah kurve yang turun ke kanan-bawah: jika harga barang turun, akibatnyajumlah yang mau dibeli bertambah, dan kita berjalan dan titik yang satu ke titik yang lain pada kurvc permintaan yang sama seperti telah digambarkan itu.
Tetapi kenyataannya dapat teijadi bahwa ada perubahan dalam jumlah yang diminta tanpa ada perubahan harga. Mungkin juga ada perubahan harga, tetapi tidak diikuti oleh perubahan dalam jumlah yang mau dibeli. Dalam hal mi kombinasi dan P dan Q semula ternyata sudah tidak berlaku dan dikatakan ada perubahan dalarn permintaan (change in Demand). Bagaimana hal itu dapat terjadi?
Ceteris Paribus
Daftar permintaan akan barang tertentu, dan kurve permintaan yang dibuat atas dasar daftar tsb. selalu disusun dengan anggapan ‘ceteris paribus’. Maksudnya ialah:
dan berbagai faktor yang inungkin dapat mempengaruhi permintaan masyarakat akan suatu barang, kita hanya memperhatikan huhungan antara jumlah yang diminta dan harga barang ybs. Semua faktor lain yang mungkin ikut mempengaruhi jumlah yang mau dibeli itu untuk sementara waktu tidak diperhatikan dulu, atau dianggap konstan, tidak berubah.
Apa yang dianggap sama?
Faktor-faktor lain (selain harga barang ybs.) yang ikut mempengaruhi permintaan masyarakat akan suatu barang, (tetapi tidaklbelum diperhatikan karena dianggap sama atau tidak berpengaruh) adalah:
1. Jumlah pembeli/konsumen
2. Besarnya penghasilan yang tersedia untuk dibelanjakan
3. Harga barang-barang lain
4. Pengaruh musim, mode, selera, kebiasaan, perubahan jaman, pengaruh lingkungan
5. Harapan atau pandangan orang tentang masa depan.
Dalam kenyataan jelas hal-hal tsh. tidak selalu sama atau konstan. Maka apa yang terjadi jika satu atau lebih dan faktor-faktor tsb. berubah?
Jika ada perubahan dalam salah satu atau lebih dan faktor tsb., maka seluruh permintaan, yaitu kombinasi dan [harga sekian; jumlah yang mau dibeli sekian] akan berubah juga. Jika digambarkan dalam grafik, seluruh kurve permintaan akan bergeser menjadi kurve permintaan yang baru, yang berbeda dan yang semula.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:
1. Jumlah pembeli: jika jumlah pembeli suatu barang tertentu bertambah, maka pada harga yang sama jumlah yang man diheli hcrtamhah hanyak juga. dan kurve permintaan akan bergeser ke kanan. Hal mi dapat terjadi misalnya karena pertambahan penduduk, perbaikan transport sehingga barang tertentu dapat terjual di daerah lain pula, berhasilnya usaha promosi/perikianan, dsb. Misalnya pada awal tahun pelajaran baru permintaan akan alat-alat tulis tentu bertambah.
2. Besar penghasilan yang tersedia untuk dibelanjakan jelas berpcngaruh sekali terhadap permintaan. Dan penghasilan yang lebih tinggi orang akan dapat membeli lebih banyak dan segala macam barang dan jasa.
Dalam hal mi hanya ada satu perkecualian, yaitu yang disebut inferior goods (atau juga disebut “Giffen goods”), yaitu barang-barang yang permintaannyajustru berkurang bila penghasilan konsumen naik. Misalnya orang miskin, yang terpaksa hanya makan gaplek atau jagung, dengan naiknya penghasilan akan menggantikan gaplek dengan nasi, sehingga permintaan akan gaplek/jagung berkurang. Semua barang lain disebut ‘normal goods’ artinya barang yang pemiintaannya naik apabila pendapatan konsumen naik.
Pengaruh perubahan penghasilan terhadap permintaan akan suatu barang dapat diukur dan diperhitungkan, dengan jalan membandingkan persentase kenaikan jumlah yang diminta dengan persentase kenaikan penghasilan konsumen. mi disebut elastisitas pendapatan.
3. Harga barang-barang lain ikut mempengaruhi permintaan. Apakah kenaikan harga barang lain itu memperbesar atau justru memperkecil perrnintaan masyarakat akan suatu barang tertentu itu tergantung apakah barang lain itu barang pelengkap (= komplementer), barang pengganti (= substitut) atau barang lepas (= independent! netral).
> Barang pelengkap (komplementer)
Misalnya sepeda motor, bensin dan oli saling melengkapi. Jika harga sepeda motor turun, maka jumlah sepeda motor yang diininta akan bertambah. Akibatnya permintaan akan bensin bertambah pula. Demikian pula permintaan akan oil ikut bertambahjuga.
> Barang pengganti (substitut)
Misalnya kopi dan teh, rokok merk yang satu dan merk yang lain, kereta api dan bis malam, bis dan colt itu dapat saling mengganti. Kalau harga karcis kereta api naik, lebih banyak orang akan naik bis. Jadi bila harga barang yang satu naik,jumlah yang diminta dan barang tersebut akan berkurang, tetapi jumlah yang diminta dan barang substitutnya justru akan bertambah.
> Barang lepas (independent)
Barang independent adalah barang yang tidak ada hubungan atau pengaruh timbal-balik satu sama lain. Apabila harga barang lain itu naik, mungkin pendapatan real berkurang (= ada income effect) dan hal mi secara tidak Iangsung dapat berpengaruh terhadap jumhah barang/jasa yang diminta.
4. Musim, selera, mode, kebiasaan, perubahan jaman, Iingkungan sosial juga berpengaruh terhadap permintaan. Misalnya permintaan akan payung pada awalmusim hujan. Terutama mode pakaian dapat berubah dalam waktu singkat. Kemajuan zaman dapat menyebabkan bahwa harang yang dulu dipandang sebagai barang mewah (radio, kaset, walk-man, komputer,jam tangan, sepeda motor, TV, dsb.) lama-kelamaan menjadi barang yang biasa.
5. Harapan/pandangan tentang masa yang akan datang dan faktor-faktor psikologis lainnya dapat menyebabkan perubahan-perubahan yang mendadak dalam
permintaan masyarakat. Misalnya desas-desus atau rasa takut bahwa harga-harga akan naik mendorong orang untuk segera membeli banyak (sebelum harga naik) sehingga jumlah yang diminta akan naik pada harga yang sama.
Jadi akibat dan perubahan dalam salah satu atau lehih dan faktortsb. di atas ialah:
suatu kombinasi yang baru antara harga dan jumlah yang mau dibeli; berarti bahwa seluruh permintaan berubah. Jika perubahan dalam permintaan tsb. di atas digambarkan dalam grafik, kurve permintaan semula “bergeser” ke kanan atau ke kin menjadi kurve permintaan yang baru.
Pergeseran kurve permintaan
Bila permintaan bertambah, maka kurve permintaan bergeser ke kanan-atas seperti pada gambar dibawah Artinya:
— Para konsumen mau membeli lebih banyak dan suatu harang tertentu pada tingkat harga yang berlaku. Misalnya pada harga Rp 1.000,- jumlah yang diminta bertambah dan 5 menjadi 8 satuan (dan titik A —> E).
— Jumlah barang yang mau dibeli sama, meskipun harga barang telah naik. Misainya harga naik dan Rp 1 .000,- menjadi Rp 2.000,- tetapi jurnlah yang mau dibeli tetap 5 satuan (dan A —> C).
READ MORE - Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Perubahan Dalam Permintaan

Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Pendekatan Indifference Curve

PENDEKATAN INDIFFERENCE CURVE
Perilaku konsumen bisa pula diterangkan dengan pendekatan Indifference curve sebagai berikut:
(a) konsumen mempunyai pola preferensi akan baarang-barang konsumsi (misalnya X dan Y) yang bisa dinyatakan dalam bentuk indifference map atau kumpulan dari indifference curve,
(b) konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu dan
(c) konsumen lelalu berusaha mencapai kepuasan maksimum.
Definisi: Indifference curve adalah konsumsi (atau pembelian) barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama.
Asumsi: Indifference curve :
a. turun dari kiri atas ke kanan bawah,
b. cembung ke arah origin,
c. tidak saling memotong,
d. yang terletak di sebelah kanan atas menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi ( tanpa perlu menunjukkan berapa lebih tinggi, yaitu asumsi ordinal ulility)
Gambar 

Perliatikan Gambar .2. di atas. Dengan sejumlah uang ter-tentu (M) konsumen bisa membelikannya semua untuk barang X
memperoleh sebanyak :M/Px atau membelikannya semua untuk barang Y dan memperoleh M/Py atau membelanjakan jumlah uang M tersebut untuk berbagai kemungkinan kombinasi X dan Y seperti yang ditunjukkan oleh garis lurus yang menghubungkan M/Px dan M/Py
Garis ini disebut garis budget atau budget line. Tingkat kepuasan yang maksimum dicapai bila konsumen membelanjakan M untuk membeli sebanyak OY 1 barang Y dan OX 1 barang X, yaitu pada posisi persinggungan antara budget line dengan indifference curve.
(Posisi ini menunjukkan posisi kepuasan yang maksimum atau posisi equilibrium konsumen dengan constraint (M) karena I 1 adalah Indifference curve yang tertinggi yang bisa dicapai oleh budget line tersebut; posisi selain A hanya bisa mencapai indifference curve yang lebih rendah dari I 1).
bila harga X turun dari Px menjadi P’x dan harga Y tetap. Maka budget line akan berayun ke kanan menjadi garis M/Py <-> M/Px Posisi equilibrium yang baru adalah pada C.
Jadi dengan adanya penurunan harga barang X, maka jumlah barang X yniig diminta naik dari OX 1 menjadi OX 3. Perilaku konsumen
Menurut Hukum Permintaan terbukti.
Keunggulan pendekatan Indifference Curve dibanding dengan pendekatan Marginal Utility, adalah :
(a) tidak perlunya menganggap Bahwa utility konsumen bersifat cardinal,
(b) efek perubahan harga terhadap jumlah yang diminta bisa dipecah lebih lanjut menjadi dua, yaitu efek substitusi atau substitution effect dan efek pendapatan atau income effect. Dari gambar di atas, efek total dari penurunan harga :
· barang X dari Px menjadi P’x dapat dipecah menjadi X1 X2 = substitution effect dan X2 X3 = income effect.
· Substitution effect didalam contoh ini adalah kenaikan konsumsi X karena adanya substitusi Y dengan X, karena sekarang harga X relatif menjadi lebih rendah dibanding harga Y.
· Income effect adalah kenaikan X, yang (disebabkan oleh kenaikan income riil karena turunnya harga X; yaitu nilai M secara riil naik karena Px turun.
Contoh : Apabila dengan gaji Doni Rp 100.000,00, maka doni sekarang bisa membeli 500 kg beras sedang sebelumnya hanya 400 kg beras, karena harga beras turun dari Rp 500,00 menjadi Rp 400,00 per kg, maka daya beli Doni meningkat, atau income riil Doni meningkat, meskipun M Doni tetap Rp 100.000,00).
Keunggulan lain dari pendekatan indifference curve adalah bisa ditunjukkannya beberapa faktor lain yang sangat penting yang mempengaruhi permintaan konsumen akan sesuatu barang. Faktor-faktor ini (yang di dalam Hukum Permintaan dianggap tidak berubah, atau ceteris paribus) adalah :
a. Penghasilan atau income riil konsumen. Kenaikan income riil konsumen, yang dicerminkan oleh kenaikan M bila harga-harga barang dianggap tetap, biasanya menaikkan permintaan konsumen. Keadaan seperti ini berlaku bagi barang-barang pada umumnya, atau barang “normal”. Pengecualian terjadi untuk barang-barang “inferior”, di mana kenaikan income riil menurunkan permintaan akan barang tersebut (income effect negatif). Contoh barang inferior adalah gaplek dari rumah tangga-rumah tangga di kota-kota. Barang inferior tidak banyak jumlahnya. Kebanyakan barang yang kita beli adalah barang normal. Gambar berikut menggambarkan pengaruh perubahan income terhadap jumlah barang yang diminta.
06
b. Perubahan harga barang lain. Perubahan harga barang yang mempunyai “hubungan” ekat dengan suatu barang bisa pula mempengaruhi permintaan akan barang tersebut. Perubahan liarga Y bisa mempengaruhi permintaan akan barang X. Gambar 111.4. berikut enunjukkan dua pengaruh yang berbeda dari perubahan harga Y terhadap jumlah barang X yang diminta.
07
c. Selera konsumen. Perubahan selera konsumen bisa ditunjuk-k;in oleh perubahan bentuk atau posisi dari indifference map. I anpa ada perubahan harga barang-barang maupun income, permintaan akan sesuatu barang bisa berubah karena perubah­an selera.
Ø Permintaan (demand function) adalah : Jumlah suatu barang yang mau dan dapat dibeli oleh konsumen pada pelbagai kemungkinan harga, dalam jangka waktu tertentu dengan anggapan hal-hal lain akan tetap sama ( Cateris Paribus)
Ø Penawaran adalah : Jumlah dari suatu barang tertentu yang mau dijual pada pelbagai kemungkinan harga, dalam jangka waktu (cateris paribus).
READ MORE - Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Pendekatan Indifference Curve

Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Pendekatan Dalam Perilaku Konsumen

PENDEKATAN – PENDEKATAN DALAM PERILAKU KONSUMEN
Hukum Permintaan, yang mengatakan bahwa “bila sesuatu barang naik maka ceteris paribus jumlah yang diminta konsumen akan barang tersebut turun”. Dan sebaliknya bila harga barang tersebut turun. Ceteris paribus berarti bahwa semua faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah yang diminta dianggap tidak berubah.
Pendekatan yang dinyatakan oleh Hukum Permintaan :
  1. Pendekatan marginal utility, yang bertitik tolak pada anggapan bahwa kepuasan (atau utility) setiap konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain (utility yang ber-sifat “cardinal”) seperti kita mengukur volume air, panjang jalan atau berat dari sekarung beras.
  2. Pendekatan indifference curve, yang tidak memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur; anggapan yang diperlukan adalah bahwa tingkat kepuasan konsu­men bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa me-ngatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah.
READ MORE - Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Pendekatan Dalam Perilaku Konsumen

Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Penyebab Kegagalan Pasar

Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :
• Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana “sebuah” pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti trust.
• Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana “pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktifitas ekonomi didalam orang luar/asing.” Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
• Barang publik seperti pertahanan nasional dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
• Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mbil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminartentang kesehatan tahun 1963 berjudul “ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan,” di dalam American Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah “lemon” (produk yang menyesatkan).
READ MORE - Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Penyebab Kegagalan Pasar

Senin, 12 November 2012

Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Biaya Peluang Opportunity Cost

Biaya peluang
Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal.
Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama.
Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. Sebuah contoh umum adalah seorang petani yang memilih mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga. Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan
keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih menjadi pekerja, yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh lainnya ialah biaya peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan uang untuk pembayaran cicilan rumah.
Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada, melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam – tapi bukan merupakan agregat dari semuanya (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.
Satu pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung keuntungan dari alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang yang dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat sulit untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.
READ MORE - Materi Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro Biaya Peluang Opportunity Cost

Materi Kuliah Pengantar Bisnis Memahami Prinsip - Prinsip Akuntansi

Pertemuan ke-15
Topik: Memahami Prinsip-Prinsip Akuntansi

Tujuan: Mahasiswa mengetahui apakah akuntansi, pengguna akuntansi, persamaan akuntansi, laporan keuangan, dan analisis keuangan perusahaan.
Pokok Bahasan:
1. Menjelaskan pengertian dan fungsi akuntansi
2. Menjelaskan pengguna akuntansi
3. Menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi
4. Menjelaskan laporan keuangan
5. Menganalisa rasio-rasio keuangan
Tugas:     Studi Kasus “Data Apa Yang Bisa Di Outsource?”
Buku Rujukan: Introduction to Business, Griffin, W.R / Ch.17

Deskripsi:
1.Menjelaskan pengertian dan fungsi akuntansi
Akuntansi adalah sistem komprehensif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyampaikan informasi keuangan. Akuntansi mengukur kinerja bisnis dan menerjemahkan ukuran-ukuran tersebut menjadi informasi bagi keputusan manajmen. Akuntansi mempersiapkan laporan kinerja kepada pemilik, masyarakat umum, dan badan-badan pengawas. Untuk menjalankan fungsi-fungsi ini, akuntan mencatat transaksi seperti pajak yang dibayar, penghasilan yang diterima, dan pengeluaran yang terjadi. Mereka juga menganalisis ribuan transaksi itu, akuntan dapat menentukan seberapa baikbisnis dikelola dan seberapa kuat keuangan bisnis tersebut.
Pembukuan (bookkeeping) hanyalah salah satu tahap akuntansi, pencatatan transaksi-transaksi akuntansi. Akuntansi sendiri lebih luas daripada pembukuan karena kauntansi mencakup lebih dari sekedar mencatat informasi.
Karena bisnis terlibat dalam ribuan jenis transaksi, memastikan informasi, keuangan yang dapat diandalkan secara konsisten merupakan keharusan. Ini adalah pekerjaan sistem informasi akuntansi (accounting information system: AIS) prosedur terorganisasi untuk mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan menyimpan informasi keuangan sehingga dapat digunakan dalam laporan akuntansi dan manajemen. Sistem tersebut mencakup seluruh orang, laporan, komputer, prosedur, dan sumber daya untuk menyusun untuk menyusun transaksi-transaksi keuangan.
2. Menjelaskan pengguna akuntansi
Terdapat beragam pengguna informasi akuntansi:
·         Manajer bisnis menggunakan informasi akuntansi untuk mengembangkan rencana dan tujuan, menetapkan anggaran, dan mengevaluasi prospek di masa mendatang.
·         Karyawan dan serikat kerja menggunakan informasi akuntansi untuk merencanakan dan menerima kompensasi dan tunjangan seperti kesehatan, asuransi, cuti, dan pensiun.
·         Investor dan kreditor menggunakan informasi akuntansi untuk mem[erkirakan pengembalian bagi pemegang saham, menentukan prospek pertumbuhan, dan memutuskan apakah perusahaan memiliki resiko kredit yang baik.
·         Otoritas pajak menggunakan informasi akuntansi untuk merencanakan pemasukan pajak, menentukan utang pajak (tax liabilities)dari perseorangan dan bisni, dan memastikan bahwa jumlah yang tepat dibayar pada waktu yang tepat.
·         Badan pengawas pemerintah bergantung pada informasi akuntasi untuk memenuhi tugas mereka terhadap masyarakat. Securities and Exchange (SEC), misalnya, meminta prusahaan untuk menyerahkan berkas keuangan sehingga calon investor memiliki informasi yang benar mengenai status keuangan perusahaan.
3. Menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi
Seluruh akuntan bergantung pada pembukuan untuk mendaftarkan dan menelusuri transaksi bisnis. Yang mendasari sluruh prosedur pembukuan adalah dua konsep utama dari akuntansi: persaman akuntansi dan akuntansi berpasangan.
Persamaan Akuntansi
Pada berbagai waktu dalam setahun, para akuntan menggunakan persamaan berikut untuk menyeimbangkan data menyangkut transaksi keuangan:
Aset (assets) atau aktiva adalah setiap sumber daya ekonomi yang diharapkan bermanfaat bagi perusahaan atau orang yang memilikinya. Aset mencakup tanah, gedung, peralatan, persediaan, pembayaran yang ditangguhkan perusahaan (piutang dagang). Kewajiban (liabilities) adalah hutang yang dimiliki perusahaan terhadap pihak luar.
Ekuitas pemilik (owners equity) berkaitan dengan jumlah uang yang akan diterima pemiliknya apabila mereka menjual seluruh aset perusahaan dan membayar seluruh kewajibannya.
Akuntansi Berpasangan.
Ketika bisnis anda membeli persediaan dengan uang tunai, anda akan mengurangi kas anda dan meningkatkan persediaan anda. Sama halnya, apabila anda membeli pasokan dengan kredit, anda akan meningkatkan pasokan anda dan meningkatkan utang usaha anda. Jika anda menginvestasikan lebih banyak uang dalam bisnis anda, anda akan meningkatkan kas perusahaan dan meningktakan ekuitas pemilik anda. Dengan kata lain, setiap transaksi mempengaruhi dua akun. Oleh karena itu akuntan menggunakan sistem akuntansi berpasangan (double entry accounting system) untuk mencatat pengaruh ganda dalam setiap transaksi. Praktik ini juga menjaga persamaan akuntansi selalu seimbang.

4. Menjelaskan laporan keuangan
Tugas akuntasi adalah untuk merangkum hasil-hasil dari transaksi perusahaan dan mengeluarkan laporan untuk membantu para manajer membuat keputusan. Salah satu laporan yang paling penting adalah laporan keuangan (financial statement), yang terbagi dalam tiga kategori: neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.
·         Neraca
Neraca (balance sheet) memberikan informasi rinci mengenai faktor-faktor persamaan akuntansi: aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Karena neraca juga, memperlihatkan kondisi keuangan perusahaan pada satu waktu tertentu, neraca kadang kala disebut sebagai laporan posisi keuangan.
Aset/Aktiva. Seperti yang telah kita lihat adalah setiap sumber daya ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan dan diharapkan untuk mendapatkan keuntungan dikemudian hari. Dari sudut pandang akuntansi, sebagian besar perusahaan memiliki tiga jenis aset: aktiva lancar, aktiva tetap, dan aktiva tak berwujud.
Kewajiban. Seperti aktiva, kewajiban (liabilities) sering kali dipisahkan ke dalam beberapa kategori. Kewajiban lancar (current liabilities)merupakan utang yang harus dibayarkan dalam satu tahun ke depan. Kewajiban lancar ini mencakup utang dagang (accounts payable) tagihan-tagihan bahan yang belum dibayar kepada pemasok, begitu juga gaji dan pajak yang harus dibayarkan pada satu tahun ke depan.
Ekuitas pemilik. Bagian akhir dari neraca memperlihatkan ekuitas pemilik (owners equity) terbagi dalam saham biasa, modal disetor, dan laba ditahan. Modal disetor (paid in capital) adalah tambahan uang yang diinvestasikan dalam perusahaan oleh para pemiliknya. Laba ditahan (retained earnings) adalah laba bersih yang disimpan perusahaan alih-alih dibayarkan sebagai deviden kepada para pemegang saham.
·         Laporan Laba-Rugi
Laporan laba-rugi (income statement) kadang-kadang disebut sebagai profit-and-loss statement karena deskripsinya mengenai pendapatan dan beban tercantum dalam bentuk angka yang memperlihatkan laba atau rugi tahunan perusahaan. Dengan kata lain,
Laporan laba rugi dibagi dalam tiga kategori utama: pendapatan, harga pokok penjualan, dan beban operasi.
Pendapatan (revenue) dana yang dialirkan kepada bisnis dari penjualan barang atau jasa. Harga pokok penjualan (cost of goods sold) memperlihatkan biaya untuk mendapatkan bahan-bahan untuk membuat produk yang dijual suatu perusahaan selama tahun berjalan. Laba kotor atau margin kotor (gross profit/gross margin)(Margin Kotor) pendapatan dari barang-barang yang dijual dikurangi harga pokok penjualan. Beban operasi (operating expense) biaya-biaya, selain daripada harga pokok penjualan, yang terjadi selama memproduksi suatu barang atau jasa.  Laba operasi (operating income)membandingkan laba kotor dari operasi bisnis terhadap beban operasi (operating expense). Laba bersih (net income) membandingkan laba kotor dikurangi beban operasi dan pajak pendapatan.


·         Laporan Arus Kas
Laporan arus kas (statement of cash flows) menjabarkan pendapatan dan pembayaran uang kas perusahaan setiap tahunnya. Karena laporan arus kas menunjukkan kemampuan sebuah perusahaan untuk menciptakan dan menggunakan uang secara mendetail, beberapa investor dan kreditor mengangapnya sebagai salah satu laporan paling penting. Sebuah laporan arus kas menunjukkan dampak kas dari tiga aspek bisnis: aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pembiayaan.
Arus kas dari operasi. Bagian dari laporan ini berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan: transaksi uang tunai yang terjadi dalam pembeliaan dan penjualan barang-barang dan jasa.
Arus kas dari investasi. Bagian ini melaporkan kas neto (net cash) yang digunakan atau disediakan oleh investasi. Hal ini mencakup pendapatan dan pembayaran uang tunai dari pembelian dan penjualan saham, obligasi, proprti, peralatan, dan aset-aset produktif lainnya.
Arus kas dari pembiayaan. Bagian terakhir melaporkan kas neto dari seluruh aktivitas pndanaan, mencakup arus kas masuk (cash inflows) dari peminjaman atau pengeluaran saham berikut kas keluar (outflows) untuk pembayaran deviden dan pembayaran kembali uang yang dipinjam.
5. Menganalisis rasio keuangan
Laporan keuangan mencerminkan banyaknya informasi, tetapi apa arti semua ini? Bagaimana, misalnya, laporan dapat membantu investor memutuskan saham mana yang akan dibeli atau membantu manajer memutuskan apakah akan meminta kredit? Laporan memberikan sejumlah data, yang dapat diterapkan menjadi berbagai rasio (angka-angka yang dapat diperbandingkan). Rasio-rasio ini kemudian dapat digunakan untuk menganalisis kesehatan keuangan perusahaan, dan juga dapat digunakan untuk memeriksa kemajuan perusahaan dengan cara membandingkan laporan saat ini dengan yang sebelumnya.
Berdasarkan pada apa yang mereka ukur, rasio biasanya dikelompokkan menjadi tiga klasifikasi utama:
  • Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas Jangka Pendek
Rasio solvabilitas jangka pendek mengukur likuiditas relatif perusahaan dan juga kemampuan untuk membayar utang yang segera jatuh tempo. Jadi semakin tinggi rasio likuiditas perusahaan, semakin rendah resiko bagi investor.
Rasio Lancar (current ratio) adalah rasio solvabilitas yang menentukan kelayakan perusahaan untuk mendapatkan pinjaman dengan cara mengukur kemampuannya untuk membayar kewajiban lancar. Rasio lancar dianggap memuaskan apabila sama dengan atau lebih tinggi dari 2:1 yaitu, apabila aktiva lancar dua kali lipat atau lebih dari kewajiban lancar. Rasio yang lebih kecil dapat mengindikasikan bahwa perusahaan akan mengalami kesukaran dalam membayar tagihannya. Akan tetapi, rasio yang lebih besar dapat menyiratkan bahwa aset tidak digunakan secara produktif dan harus diinvestasikan ke tempat lain.
Modal kerja (working capital) adalah perbedaan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar suatu perusahaan.
Rasio Solvabilitas Jangka Panjang
Untuk dapat bertahan dalam jangka panjang, perusahaan harus mampu memenuhi utang-utang jangka pendek (berjalan) dan utang jangka panjangnya. Utang yang terakhir disebut ini biasanya mencakup pembayaran bunga. Perusahaan yang tidak dapat memenuhinya berada pada kondisi yang berbahaya yang dapat mengakibatkan keruntuhan atau pengambilalihan resiko yang membuat para kreditor dan investor berhati-hati.
Rasio Utang Terhadap Ekuitas (debt to owner’s equity ratio) adalah rasio solvabilitas yang menjabarkan sberapa banyak perusahaan melakukan pendanaan melalui uang pinjaman.
  • Rasio Profitabilitas
Penting untuk mengetahui apakah perusahaan sanggup membayar utang jangka panjang maupun jangka pendek, tetapi resiko saja tidaklah cukup untuk menjadi basis bagi keputusan investasi. Para investor juga menginginkan beberapa ukuran mengenai perolehan yang dapat mereka harapkan. Pengembalian atas ekuitas dan laba per saham merupakan dua rasio profitabilitas yang sering digunakan.
Pengembalian Atas Ekuitas adalah rasio profitabilitas yang mengukur laba yang diperoleh untuk setiap dolar yang diinvestasikan
Laba per Saham adalah rasio profitabilitas yang mengukur besarnya dividen yang dapat dibayarkan suatu perusahaan kepada para pemegang sahamnya.
  • Rasio Aktivitas
Efisiensi dalam penggunaan sumber daya perusahaan berkaitan dengan profitabilitas. Jadi, sebagai seorang calon investor, Anda ingin mengetahui perusahaan mana yang “mendapatkan lebih banyak hasil” dari sumber dayanya. Rasio aktivitas mengukur efisiensi ini. Sebagai contoh, katakanlah ada dua perusahaan yang menggunakan sumber daya atau aset dengan jumlah yang sama. Apabila perusahaan A menghasilkan lebih banyak laba atau penjualan, perusahaan tersebut lebih efisien dan memiliki rasio aktivitas yang lebih baik.
Rasio Perputaran Persediaan (inventory turn over ratio) adalah rasio aktivitas yang mengukur rata-rata jumlah persediaan dijual dan diisi kembali selama setahun. Perputaran persediaan yang tinggi berarti operasi yang efisien.
READ MORE - Materi Kuliah Pengantar Bisnis Memahami Prinsip - Prinsip Akuntansi

 

Entri Populer

© Copyright 2012.Materi Kuliah | Template by Yasrida